Godaan Wisata Tana Toraja

Godaan Wisata Tana Toraja

pesonaindonesia.org Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Godaan Wisata Tana Toraja.Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Godaan Wisata Tana Toraja

1. Melihat makam para bangsawan, Gua Lemo
Tidak seperti makam pada umumnya, Lemo mudah diakses bagi khalayak umum. Tata cara pemakaman warga bangsawan Toraja yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk melihat langsung liang makam yang ada di dalam batu gua. Perbukitan kapur yang bercorak keputihan memberi rona warna tersendiri sehingga makam jauh dari kesan angker.

Ada ragam patung kayu yang menghiasi bukit makam. Bagi adat setempat, patung yang dibuat harus menyerupai orang yang sudah meninggal dan jasadnya dimakamkan ke dalam batu. Setiap keluarga memiliki tempatnya sendiri di dalam bukit, begitu juga dengan penataan patung kayu. Jika mereka sedarah dan memiliki ikatan keluarga, patung-patung tersebut dijejerkan dengan leluhurnya yang lebih dulu meninggal dunia.

Meski menjadi liang makam, Lemo memiliki pesona tersendiri. Pemandangan stalaktit dan stalakmit gua memberikan rona warna alam yang epic. Sinar matahari yang muncul dari sela-sela gua memberi cahaya sehingga kontur warna gua terlihat cantik. Dari lubang-lubang gua itu pula pengunjung dapat melihat pemandangan alam di sekitarnya yang tak kalah bagus.

2. Melihat langsung Patung Yesus Buntu Burake dan meniti jembatan kaca terpanjang di Indonesia
Pada dasarnya tempat ini merupakan objek wisata rohani untuk pemeluk agama Kristiani. Akan tetapi siapapun bisa menikmati pemandangan alam yang spektakuler dari jembatan kaca. Untuk mencapai ke bukit Buntu Burake, kamu menempuh perjalanan sekitar tujuh jam melalui jalan Poros Baru Makassar. Letak patung ini berada di kota Makale, tepat di atas bukit Buntu Burake. Dibangunnya patung ini mereplikasi gaya patung yang ada di Rio De Janeiro, Christ the Redeemer.

Dengan dibukanya area rohani ini, paling tidak wisatawan bisa menikmati ketinggian bukit dengan akses yang lebih mudah dan aman. Jembatan kaca yang mengelilingi patung merupakan jembatan kaca terpanjang yang ada di Indonesia, dengan panjang sekitar 90 meter. Berada di jembatan kaca ini, nuansanya seperti sedang melayang di atas ketinggian. Jika ingin menikmati pemandangan yang spektakuler, datanglah sepagi mungkin untuk melihat matahari terbit dengan gumpalan awan putih di sekitarnya.

3. Menapaki rumah adat tertua di Sulawesi di Desa Pallawa
Tempat wisata Tana Toraja kali ini merupakan kawasan desa yang bersejarah, tempat di mana rumah adat Tongkonan, rumah adat khas Sulawesi Selatan, yang paling tua di Tana Toraja dan masih terjaga hingga sekarang. Untuk mencapai ke sana, kamu harus menempuh perjalanan selama tujuh jam dari kota Makassar. Sesampainya di desa, kamu akan melihat lingkungan yang masih sangat asri, dengan atmosfer udara yang jauh lebih sejuk dari kota Makassar dan lokasi desa ini berada di wilayah perbukitan yang terjal.

4. Kolam Air Limbong, telaga kecil di tengah tebing yang dramatis
Untuk yang ingin mencari keheningan suasana alam, berkunjung ke kolam air limbong adalah solusinya. Kolam air ini adalah telaga kecil yang letaknya dua kilometer dari kota Rantepao. Pemandangannya sangat epic, tebing batu cadas dan hijaunya air berpadu menghasilkan pemandangan yang menarik.

Akses menuju kolam juga sudah baik. Fasilitasnya pun lengkap, termasuk keberadaan beberapa rumah makan dan toilet. Kamu juga bisa bersepeda air sambil melihat rindangnya pepohonan yang menjorok ke perairan. Nyanyian burung yang bersorak-sorai turut meramaikan pesona alam di sekitar telaga, tebing yang tinggi memantulkan gema alam dan menghadirkan relaksasi.

5. Selfie ditemani artistiknya gumuk pasir Sumalu, Toraja Utara
Ternyata gumuk pasir tidak hanya ada di Yogyakarta. Di Tana Toraja juga punya kompleks perbukitan pasir yang pesonanya tidak kalah cantik. Tempat Wisata Tana Toraja ini bernama Gumuk Pasir Sumalu, yang dulunya sering disebut dengan nama Bukit Pa’buyan.

Area pasir ini bukan sembarang gundukan, pasir yang mudah terbawa angin melukiskan pemandangan yang indah nan artistik. Tak ayal, jika berfoto di tempat ini selalu menghasilkan foto yang ciamik. Untuk sampai ke gumuk pasir, kamu harus menempuh perjalanan dari rute Rantepao dan memakan waktu lebih dari satu jam (jarak 25 kilometer).

6. Bonggakaradeng punya bukit teletubbies
Bonggakaradeng adalah sebuah kecamatan yang ada di Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan. Wilayah ini memiliki destinasi wisata yang mempertontonkan bentang alam yang luas dan padang rumput hijau. Daya tarik utamanya adalah pemandangan barisan gunung yang seperti permadani yang dibelah aliran sungai. Lokasi bukit Teletubies adalah area paling baik untuk melihat hamparan pegunungan dan menikmati atmosfer pedesaan.

Area ini sangat sesuai untuk yang mencintai kegiatan berkemah dan aktivitas alam bebas. Kamu bisa melihat burung beterbangan dengan perbukitan Ollon yang terhampar luas, sungai dengan aliran air yang jernih, memanjakan mata dengan pemandangan alami yang begitu asri. Saat matahari terbit, akan ada awan kabut yang menyelimuti perkebunan dengan suhu yang sejuk.

Baca Juga : Pesona Si Lombok Timur Yang Tersembunyi

7. Batu megalitikum para bangsawan di Bori Kalimbuang
Bori Kalimbuang merupakan susunan kompleks batu megalitik yang berdiri menjulang di atas padang rumput. Total ada 102 batu yang menjulang di area Bori Kalimbuang, yang disebut oleh masyarakat setempat sebagai “simbuang batu”. Batu-batu yang tinggi ini merupakan menhir yang dibuat saat persemayaman jenazah.

Butuh waktu tenaga yang amat banyak untuk menghasilkan batu seperti yang ada di Bori Kalimbuang. Harganya batunya kabarnya juga bersaing dengan sewa rumah. Wajar, untuk mendapat batu menhir tersebut, keluarga yang ditinggalkan harus meminta tolong atau membayar kuli untuk mengambil batu dari atas gunung dan dipoles sedemikian rupa. Kemudian batu digulung secara bergotong royong ke kompleks Bori Kalimbuang. Butuh puluhan orang yang bekerja untuk memoles hingga mengantarnya. Proses pengambilannya juga sulit dan berisiko tinggi. Apalagi kalau mendiang berasal dari orang kaya, ukuran batu mempengaruhi strata sosial semakin tinggi batu yang dibuat, semakin besar banyak kerbau yang dipakai saat upacara adat kematian dan semakin tinggi derajat kebangsawanan orang tersebut.

8. Berpijak di Pegunungan Karst Terbesar di Dunia, Taman Prasejarah Leang
Tempat Wisata Tana Toraja ini berlokasi di Taman Nasional Bantimurung tepatnya di kawasan Maros Pangkep. Daerah ini menjadi Taman Nasional karena terdapat kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou, China. Taman prasejarah Leang Leang memiliki luas sebesar 43750 hektar dengan 286 gua, 30 di antaranya merupakan gua bersejarah. Karakteristik jenis batuan yang ada di Maros ini sama persis seperti yang ada di Guangzhou dan Teluk Halong, Vietnam.

Area ini merupakan tempat yang edukatif, karena pengunjung dapat melihat secara langsung bukti nyata keberadaan manusia prasejarah. Bukti tapak tangan manusia purba terlukis di dinding-dinding gua. Mereka juga meninggalkan gambar-gambar hewan seperti babi hutan, ikan dan manusia. Gua karst menjadi tempat tinggal bagi manusia purbakala karena kondisi tanahnya yang subur dan pasokan air tanah yang banyak sehingga sangat baik untuk bertahan hidup.